Berita Pesantren (4)
Donasi dan Infaq (0)
Galeri Video (0)
Kegiatan Pesantren (1)
Madrasah Aliyah (1)
Madrasah Tsanawiyah (1)
Mimbar Jum'at (2)
Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (0)





















• 02 Mei 2011
Perkampungan Santri Tahun ajaran 2011-2012

• 02 Mei 2011
Perkampungan Santri Tahun ajaran 2011-2012

• 28 April 2011
Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Terpadu Al-Istiqomah

• 27 September 2009
Halal Bihalal


Beranda » Mimbar Jum'at » Musibah Pelebur Dosa

Selasa, 12 April 2011 - 23:59:00 WIB
Musibah Pelebur Dosa
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Mimbar Jum'at - Dibaca: 172 kali

Dalam sebuah hadis disebutkan, kelak pada hari kiamat akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling mendapatkan nikmat dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka dengan sekali celupan. Kemudian ditanya, “Wahai anak keturunan Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan? Apakah kamu pernah mendapatkan kenikmatan?” la menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Tuhanku.”

Lantas didatangkan seorang yang paling menderita di dunia dari penduduk surga, lalu ia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan. Lantas ditanya, “Wahai anak keturunan Adam, pernahkah kamu melihat penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesengsaraan?”

la pun menjawab, “Tidak demi Allah, wahai Tuhanku. Tidak pernah aku mengalami penderitaan dan tidak pernah melihat kesengsaraan.” (HR Muslim).

Secara kasat mata, ada segolongan manusia yang menderita secara fisik karena baru saja ditimpa bencana serta kehilangan harta benda yang dimiliki. Tapi, bagi manusia beriman, cobaan fisik seperti itu tak membuatnya sakit berkepanjangan.

Musibah yang menimpa tidak menjadikannya berputus asa dari karunia-Nya. Ujian yang diterima justru dijawab dengan tetap beribadah kepada-Nya, bahkan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Dengan sikap tawakal dan sabar, insya Allah, dia tak akan merasakan sakitnya musibah ketika hidup di dunia, karena Allah SWT menggantinya dengan kenikmatan tiada tara. Sebagai balasan atas keimanannya kepada Yang Maha kuasa, dia akan tetap dapat bertahan di tengah cobaan hidup yang bertubi-tubi.

Kadar iman dan takwa mendorongnya untuk mengatakan kepada Sang Pencipta, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.” (QS. Al-Baqarah [2]: 156).

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan, orang-orang beriman ketika tertimpa musibah dan cobaan, akan berusaha mengobati sendiri. Caranya, pertama, menyadari sepenuhnya dunia adalah tempatnya ujian, petaka, dan musibah.

Kedua, melihat sekelilingnya bahwa masih banyak musibah lain yang jauh lebih besar dari musibah yang menimpa orang lain. Ketiga, menyerahkan kepada Allah SWT seraya mengharap pahala atas musibah yang menimpanya, serta meminta ganti yang lebih baik hanya kepada-Nya.

Keempat, meyakini bahwa cobaan dan musibah sebagai pelebur dari dosa-dosanya yang telah lalu. Rasululah SAW bersabda, “Senantiasa cobaan menimpa laki-laki dan perempuan yang beriman pada tubuhnya, harta, dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Penulis : Nurjannah Suharjo

1 Komentar :

SS
19 Mei 2011 - 11:10:08 WIB

<b>ssssssssssssss</b>
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


Februari, 2012
MSSR KJS
   1234
567891011
12131415161718
19202122 232425
26272829   





015070

Pengunjung hari ini : 6
Total pengunjung : 4687

Hits hari ini : 25
Total Hits : 15070

Pengunjung Online: 5





Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan