Beranda » Berita Pesantren » KEGIATAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN TERPADU AL ISTIQOMAH.
Senin, 04 April 2011 - 22:57:31 WIB
KEGIATAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN TERPADU AL ISTIQOMAH.
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Pesantren
- Dibaca: 482 kali

Para santri setiap harinya dididik dengan berbagai macam kegiatan,
kebiasaan, pengamalan, dan pengetahuan serta keterampilan agar kelak
mereka dapat hidup mandiri dalam menjalani kehidupan setelah keluar dari
pondok pesantren.
Metode pendidikan di Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah adalah:
Pertama, menerapkan disiplin ibadah dan disiplin belajar, semua santri
wajib berjamaáh dan semua anggota dewan guru yang tinggal di kompleks
pondok wajib pula untuk mntaati serta memberi teladan.
Kedua, lingkungan pesantren dikondisikan sebaik mungkin, baik fisik maupun peraturan-peraturannya.
Ketiga, membuat peraturan-peraturan yang ketat berikut sangsinya bagi yang melanggar, sesuai dengan jenis pelanggarannya.
Keempat, yang berprestasi diberi kepercayaan untuk terlibat mengurus
pesantren, paling tidak mereka diangkat menjadi ketua kamar, ketua Rayon
(asrama), dan pengurus Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Terpadu Al-istiqomah (OPPTA), serta anggota dewan perwakilan
santri (DPS), atau diutus mewakili pesantren untuk kegiatan di luar pesantren.
Secara umum kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya adalah dengan
melakukan pembinaan khusus terhadap para santri agar dapat menguasai
pengetahuan agama dan umum, sesuai dengan visi yang dimilikinya yaitu
berilmu amaliah dan beramal ilmiah serta menjadi pemikir perjuangan dan
pejuang pemikiran.
Secara detail kegiatan itu teruraikan kepada:
a. Mengadakan materi bimbingan bahtsul quthub dan kajian ilmiah, dimana
para santri dituntut untuk belajar memahami dan mendalami kitab-kitab
klasik Islam (kitab kuning). Hal ini dimaksudkan agar mereka benar-benar
memiliki ilmu yang mendalam terutama dalam ajaran Islam, sebelum mereka
terjun ke masyarakat. Materi utama yang diberikan kepada para santri
adalah: Aqidah, Tauhid, Tasauf, Tafsir, Hadits, Fiqih dan Filsafat.
b. Usaha lain adalah mewajibkan para santri di dalam pondok untuk
menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam bahasa pergaulan
sehari-hari. Hal ini juga merupakan usaha pihak pesantren kepada para
santri yang akan diterjunkan pada masyarakat agar memiliki kunci untuk
meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ilmunya secara autodidaktik.
c. Mewajibkan para santri untuk menghafal Al-Qur’an dan Al-Hadits,
setiap satu minggu satu kali dengan diuji oleh para asatidz atau guru,
untuk mengetahui sejauh mana hafalan Al-Qur’an dan Al-Hadits tersebut.
Dengan jalan menghafal Al-Qur’an dan Al-Hadits pilihan, para santri
diharapkan memiliki pedoman dan bekal dalam berdakwah. Sehingga apabila
ada permasalahan yang terjadi mereka bisa mengatasi dan menjawabnya
sesuai dengan ilmu yang dimilikinya.
d. Mengadakan penataran khusus kepada para santri tentang cara
penyampaian ajaran agama Islam kepada masyarakat yang ada disekitar
lingkungan pesantren dalam program dakwah keliling dan ‘amaliatudda'wah.
Penataran yang dilakukan ini dimaksudkan agar pelaksanaan pembinaan
terhadap masyarakat yang akan dibina oleh para santri, kedatangannya
benar-benar bisa diterima oleh masyarakat.
Secara kategoris terbagi kedalam:
a. Kegiatan wajib, yaitu suatu kegiatan yang mutlak harus dilaksanakan
oleh santri dan bersifat syar’i seperti melaksanakan sholat, puasa,
mengaji dan lain-lain.
b. Kegiatan ekstra, yaitu suatu kegiatan yang dilaksanakan di luar
kegiatan wajib, misalnya melaksanakan keterampilan, olahraga dan lain
sebagainya.
0 Komentar :
Isi Komentar :